Senin, 17 Juni 2013

bantuan langsung sementara masyarakat

BANTUAN LANGSUNG SEMENTARA MASYARAKAT
Demi Mendapatkan BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat), Peternak Beramai-ramai Menjual Sapi. Rencana pemerintah memberikan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) menyusul rencana kenaikan harga BBM, langsung disikapi masyarakat kalangan peternak di Kabupaten Purbalingga. mereka secara beramai-ramai menjual ternak sapi yang dipeliharanya, agar bisa mendapat BLSM dari pemerintah.
Ternyata rencana pemerintah memberikan BLSM sebagai bentuk kompensasi kenaikan harga BBM, langsung disikapi peternak dengan menjual ternak sapinya. Akibat banyaknya peternak yang menjual ternak sapinya, data Sensus Pertanian 2013 menunjukkan angka mengejutkan. Dari hasil sensus bidang peternakan, populasi ternak sapi di Purbalingga turun drastis. Dari data itu, menunjukkan adanya penurunan angka yang drastis pada populasi sapi dan kerbau dibandingkan hasil pencatatan tahun 2011 lalu.
Hasil pencatatan sapi potong dan kerbau (PSPK) tahun 2011, di seluruh Kabupaten Purbalingga tercatat populasi sapi dan kerbau seanyak 17.534 ekor. Namun hasil sensus pertanian 2013, jumlah ini mengalami penurunan hingga 28,37 persen menjadi hanya tinggal 12.560 ekor. yang mengejutkan, ketika petugas sensus menanyakan alasan peternak tidak lagi memelihara ternak, ada beberapa peternak yang mengaku karena ingin memperoleh BLSM.

Para peternak mengaku khawatir tidak akan mendapat BLSM, bila kelak tercatat masih memiliki sapi atau kerbau. Hal ini karena harga sapi atau kerbau saat ini, sudah cukup tinggi. untuk harga sapi anakan berusia 3 bulan saja, bisa dihargai hingga Rp 5 juta. apalagi untuk sapi yang sudah dewasa. Namun dia mengakui, penurunan populasi ternak sapi potong dan kerbau ini, tidak hanya terjadi di Purbalingga. Di 35 kabupaten lain di Provinsi Jawa Tengah, juga mengalami penurunan populasi sapi. bahkan berdasarkan data yang dia peroleh, penurunan populasi sapi dan kerbau paling besar terjadi di Kota Surakarta, mencapai 66,88 persen. Sedangkan terendah di Kabupaten Banjarnegara, dengan penurunan hanya 13,95 persen. 
Dengan penurunan jumlah kerbau dan sapi sebanyak 26,33, Kabupaten Purbalingga termasuk yang melampaui rata-rata penurunan populasi sapi se-Jateng, 28, 37 persen.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/13/06/04/mnvmqh-ramairamai-jual-sapi-agar-dapat-blsm

Selasa, 04 Juni 2013

pengalaman terindah dengan alat transportasi


PENGALAMAN DENGAN ALAT TRANSPORTASI
Berlibur dan melancong adalah kegiatan yang menyenangkan dan banyak dinantikan. Pada saat musim liburan tiba, melancong ke seberang pulau menjadi pilihan saya. tentu saja pengalaman ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya karena selain menggunakan transportasi darat yaitu bus, juga menggunakan transportasi air yaitu dengan menggunakan kapal ferry. Kapal ferry adalah kapal yang digunakan untuk membawa atau menyeberangkan penumpang . tentu saja bus yang saya tumpangi juga masuk ke dalam  kapal ferry itu.
ketika dalam perjalanan air, saya sangat menikmatinya dengan melihat luasnya lautan bebas, ketika itu waktu menunjukkan pukul 05:30 pagi. Selain menikmati indahnya lautan bebas, saya juga menikmati terbitnya matahari dari atas kapal sambil menikmati secangkir kopi , lalu kemudian pada saat saya sedang menikmati indahnya lautan bebas disertai dengan terbitnya matahari , tiba-tiba ada seorang perempuan cantik menghampiri saya dengan sapaan suara yang menggetarkan jiwa, perempuan itu minta untuk di temani ngobrol sambil menikmati terbitnya matahari dan menjadi teman dalam seperjalanan perairan ini.
Setelah lama mengobrol diatas kapal tidak terasa kapal sudah hampir sampai ke dermaga, itu artinya perjalanan air pun segera usai dan ini menjadi pertemuan awal dan terakhir dengan perempuan cantik itu karena bus yang tadinya saya tumpangi berbeda dengan bus yang ditumpangi si perempuan cantik itu. Tetapi perempuan cantik itu sempat memberikan kepada saya nomor handphone agar tetap bisa berkomunikasi dan berharap  suatu saat nanti akan bertemu kembali . setelah usai melewati luasnya lautan bebas dilanjutkan dengan perjalanan menggunakan bus , melewati jalan yang liku-liku, naik turun bukit disertai dengan pemandangan alam yang sangat indah dan mempesona adalah menjadi pembuka dalam perjalanan baru setelah sebelumnya menikmati lautan  bersama perempuan cantik itu. Setelah hampir delapan jam perjalanan, bus pun berhenti, bukan karena bus tersebut rusak atau mengalami hal-hal lain melainkan untuk beristirahat di sebuah restoran, ketika saya turun dari bus itu saya langsung menuju ke toilet restoran itu untuk mencuci muka, setelah keluar dari toilet lalu saya menuju ke restoran untuk memesan makanan, namun tidak di sangka dan tidak sengaja saya menabrak seseorang hingga orang itu marah karena memang salah saya jalan terlalu terburu-buru . akan tetapi orang yang tidak sengaja saya tabrak adalah si perempuan cantik teman seperjalanan waktu di kapal ferry , tentu saja saya sangat terkejut karena bisa bertemu lagi walaupun nantinya akan berpisah kembali. Disitulah kedua kalinya saya bertemu dengannya ,saya mengajaknya makan bersama ,setelah makan terdengar suara dari dalam bus bahwa perjalanan akan segera dilanjutkan . di tempat inilah benar-benar pertemuan saya dengan perempuan cantik itu untuk terakhir kali .
Setelah melewati perjalanan yang panjang, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan selanjutnya yang harus memakan waktu sekitar delapan jam lebih lagi, saya pun sempat menuliskan sepenggal puisi tentang pertemuan ini , sambil memikirkannya hingga saya tertidur . setelah bangun dari tidur rupanya tempat yang saya tuju tidak jauh lagi, saya pun bersiap-siap untuk turun dari bus itu. ini adalah pengalaman perjalanan yang terindah dan sangat berkesan bagi saya dengan menggunakan alat transportasi darat dan air yang saya tumpangi .

Minggu, 02 Juni 2013

strategi pertahanan pembangunan nasional


STRATEGI PERTAHANAN PEMBANGUNAN NASIONAL

Pertahanan nasional adalah sebagai suatu kondisi dinamis yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional didalam menghadapi dan mengatasi segala ancaman gangguan , hambatan dan tantangan baik yang datang dari dalam maupun luar dan yang langsung maupun tidak langsung.
Kondisi kehidupan nasional merupakan pencerminan ketahanan nasional yang mencakup aspek ideology, politik, ekonomi, sosioal, budaya dan pertahanan keamanan, sehingga ketahanan nasional adalah kondisi yang harus dimiliki dalam semua aspek kehodupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Untuk mewujudkan keberhasilan pertahanan nasional maka diperlukan suatu kehidupan sosial yang berbudaya, berbangsa dan bermayarakat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, rukun, bersatu, cinta tanah air, maju dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang.
Itulah strategi yang harus di tanamkan untuk keberlangsungan dalam pembangunan nasional. Diantaranya yang utama adalah membangun kembali kerukunan nasional melalui forum-forum rekonsiliasi nasional , dialog nasional dll. Tujuannya adalah membangun saling pengertian , nurani kebangsaaan, reaktualisasi nilai-nilai budayaguna menjamin kelangsungan masa depan bangsa.
Untuk mendukung semua itu semangat kebangsaan, kepedulian berbudaya, kemauan menjadi masyarakat global yang berbudaya dan bermartabat, mengembangkan tanggung jawab, rektualisasi tewujudnya budaya malu, kemandirian, keuletan dan hal-hal semacam itu merupakan fitur-fitur budaya dan kebudayaanyang perlu terus ditumbuhkembangkan, mulai dari diri sendiri, lingkungan, sampai pada tatanan nasional.

Selasa, 23 April 2013

PERDUKUNAN vs GLOBALISASI


PERDUKUNAN vs GLOBALISASI
Perdukunan merupakan kepura – puraan keterampilan non medis atau orang yang berpura-pura sebagai seorang ahli professional, memiliki pengetahuan atau kualifikasi pada beberapa bidang keahlian, padahal dia tidak memiliki keahlian. Perdukunan juga merupakan penghinaan untuk menggambarkan praktik non medis ujungnya penipuan.
Orang yang melakukan perdukunan biasanya tidak sendiri, mereka biasanya terdiri dari beberapa orang yang merupakan satu tim yang modus operasinya adalah penipuan. Untuk mencari mangsa ada orang – orang yang bertindak mempromosikan bidang keahlian dari si dukun tersebut padahal promosinya omong kosong dan penipu. Jika ada mangsa yang sudah masuk perangkap maka mulai diadakan perjanjian untuk pergi kerumah sang dukun. Dengan trik perdukunan si mbah dukun bisa menebak isi hati dan kemauan pasien. Inilah salah satu penipuan yang bisa menjatuhkan martabat dukun yang asli.
Pada mulanya dukun adalah orang – orang penolong tanpa pamrih. Dengan adanya penipu yang menyamar sebagai dukun ini maka di kenallah istilah perdukunan yang nilainya negative dimasyarakat luas yaitu di asosiakan sebagai penipu.
Untuk menipu mangsanya biasanya menawarkan azimat maupun benda – benda bertuah yang harganya mahal. Padahal ini merupakan tata cara penipuan yang halus jalannya. Ada juga penipu yang menyamar sebagai orang taat beragama dengan tim nya itu sebenarnya merupakan penipu – penipu yang menyamar sebagai orang yang taat beragama. Ini juuga sebenarnya perdukunan yang  berada pada jalur agama. Cara menipunya dengan minyak wangi yang harganya jutaan rupiah dan  bahkan ada minya wangi yang harganya sampai diatas sepuluh juta rupiah padahal isi nya cumin sedikit dengan ukuran botil khusus kecil.
Perdukunan juga merupakan suatu keahlian yang dimiliki beberapa ahli, diantaranya digunakan untuk menyembuhkan penyakit, dan menolong seseorang dari suatu kesusahan dengan memberikan air doa, jampi- jampi, mantra - mantra, doa - doa, dan lain sebagainya.
Dunia perdukunan ini mungkin tidak mungkin pasti, selalu berkaitan dengan dunia gaib dan hal - hal yang magis serta sangat erat hubungannya dengan para leluhurnya di masa lalu atau lebih jelasnya menganut aliran animisme dan dinamisme. Sedangkan globalisasi sendiri bermakna universal atau luas. Globalisasi adalah di mana jaman atau era berkembangnya siklus manusia,  dari masa dimana manusia belum mengenal teknologi, perkembangan antara negara satu dengan negara yang lain, baik dunia transaksi baik jual maupun beli antara satu dengan yang lainnya. Globalisasi adalah masa dimana memasuki masa manusia modern yang saling berkaitan dan saling bergantung antara manusia satu dengan banyak manusia lainnya di seluruh dunia guna untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mempengaruhi kehidupan satu dan lainnya, baik melalui perdagangan, investasi, dan lainnya sebagainya hubungn tersebut dapat tercipta.
Keterkaitan globalisasi dengan perdukunan sendiri adalah dimana perdukunan masih bergerak dengan pedomannya menggunakan hal- hal klenik yang tidak bisa dirubah hingga saat ini, sedangkan saat ini pun sudah memasuki era globalisasi dimana era manusia mulai berpikir menggunakan logikanya secara logis dan perkembangan  teknologinya yang semakin hari semakin pesat dan canggih. Sehingga membuat perdukunan itu sendiri pun lama kelamaan memudar sedikit demi sedikit tidak terkecuali untuk beberapa orang dan wilayah tertentu yang masih saja terus mempercayai dan melaksanakannya setiap hari karena hal itu memang sudah menjadi tradisi di beberapa wilayah untuk menghormati leluhurnya sehingga tidak mungkin hilang begitu saja.

Globalisasi adalah proses penyebaran unsure-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melaui media cetak dan  elektronik.Khususnya, globalisasi terbentuk oleh adanya kemajuan di bidang komunikasi dunia.
Ada pula yang mendefinisikan globalisasi sebagai hilangnya batas 
ruang dan waktu akibat kemajuan teknologi informasi. Globalisasi terjadi karena faktor-faktor nilai budaya luar, seperti:
a
. selalu meningkatkan pengetahuan;             f. etos kerja;
b. patuh hukum;                                              g. kemampuan memprediksi;
c. kemandirian;                                                h. efisiensi dan produktivitas;
d. keterbukaan;                                               i. keberanian bersaing; dan
e. rasionalisasi;                                                j. manajemen resiko.

Globalisasi terjadi melalui berbagai saluran, di antaranya:
a. lembaga 
pendidikan dan ilmu pengetahuan;
b. lembaga keagamaan;
c. indutri internasional dan lembaga perdagangan;
d. wisata mancanegara;
e. saluran komunikasi dan telekomunikasi internasional;
f. lembaga internasional yang mengatur peraturan internasional; dan
g. lembaga kenegaraan seperti hubungan diplomatik dan konsuler.

Globalisasi berpengaruh pada hampir semua aspek 
kehidupan masyarakat. Ada masyarakat yang dapat menerima adanya globalisasi, seperti generasi muda, penduduk dengan status sosial yang tinggi, dan masyarakat kota. Namun, ada pula masyarakat yang sulit menerima atau bahkan menolak globalisasi seperti masyarakat di daerah terpencil, generasi tua yang kehidupannya stagnan, dan masyarakat yang belum siap baik fisik maupun mental.
http://id.wikipedia.org/wiki/Globalisasi

kebijakan untuk memenangkan globalisasi


KEBIJAKAN APA YANG AKAN ANDA PUTUSKAN  UNTUK MEMENANGKAN GLOBALISASI ?
Dalam memenangkan gobalisasi, kebijakan yang akan saya putuskan yaitu :
A.    Saya tidak hanya focus dalam satu sector dengan alasan akan terbengkalai sector -  sector yang lain. jika hanya focus pada satu sector saja, juga tidak akan menutup kemungkinan akan mudah di ambil alih oleh Negara – Negara lain.
B.     Dalam hal perekonomian, saya akan mengikutsertakan Indonesia memasuki pasar global dengan menjual bahan pangan, karya seni dan produk – produk lain yang asli buatan masyarakat Indonesia agar dunia mengakui indonesai mampu bersaingdi pasar global.
C.     Dalam hal kebudayaan, saya akan melaksanakan secara rutin acara – acara kebudayaan indonesai, sehingga masyarakat Indonesia asli maupun pendatang bisa mengetahui seni budaya yang di miliki Indonesia. Dengan begitu tidak ada alasan bangsa lain mengakui  kebudayaan – kebudayaan indonesai
D.    Dalam hal sumber daya alam ( pertanian, perhutanan, perikanan dll ), saya akan mengolah sebisa mungkin agar bangsa Indonesia tidak kekurangan di negaranya sendiri minimal dapat mengkonsumsi pangan yang layak karena di Indonesia  sector – sector pertanian sudah semakin menipis, sehingga dengan ironisnya bangsa kita harus membeli dari Negara luar. Untuk perhutanan dan perikanan, saya akan melakukan gerakan menanam pohon di suatu lahan yang tidak terpakai dan membuat tambak atau budidaya ikan yang dapat di konsumsi masayarakat Indonesia tidak dengan harga yang mahal
E.     Dalam hal wisata alam, saya akan menghimbau tempat – tempat wisata yang terdapat di Indonesia, mengusulkan undang – undang bahwa tempat wisata di indonesai seperti pantai, taman, pegunungan dll adalah milik bersama, bukan milik instansi – instansi yang menginginkan keuntungan pribadi apalagi di olah oleh bangsa lain. Sehingga masyarakat Indonesia sendiri yang mengatur , tentunya dengan pengawasan dari [ihak – pihak yang berwenang.


TOKOH WAYANG


TOKOH WAYANG
“ GATOTKACA “
Gatotkaca wayang kulitGatotkaca (bahasa Sanskerta: Ghattotkacha) adalah seorang tokoh dalam wiracarita Mahabharata yang dikenal sebagai putra Bimasena atau Wrekodara dari keluarga Pandawa. Ibunya yang bernama Hidimbi (Harimbi) berasal dari bangsa rakshasa, sehingga ia pun dikisahkan memiliki kekuatan luar biasa. Dalam perang besar di Kurukshetra ia banyak menewaskan sekutu Korawa sebelum akhirnya gugur di tangan Karna.
Di Indonesia, Gatotkaca menjadi tokoh pewayangan yang sangat populer. Misalnya dalam pewayangan Jawa ia dikenal dengan ejaan Gatutkaca (bahasa Jawa: Gathutkaca). Kesaktiannya dikisahkan luar biasa, antara lain mampu terbang di angkasa tanpa menggunakan sayap, serta terkenal dengan julukan “otot kawat tulang besi”.
Asal-Usul dan Arti Nama
Gathotkaca-paragaMenurut versi Mahabharata, Gatotkaca adalah putra Bimasena dari keluaga Pandawa yang lahir dari seorang rakshasa perempuan bernama Hidimbi. Hidimbi sendiri merupakan raksasi penguasa sebuah hutan bersama kakaknya yang bernama Hidimba.
Dalam pewayangan Jawa, ibu Gatotkaca lebih terkenal dengan sebutan Arimbi. Menurut versi ini, Arimbi bukan sekadar penghuni hutan biasa, melainkan putri dari Kerajaan Pringgadani, negeri bangsa rakshasa.
Dalam bahasa Sanskerta, nama Ghatotkacha secara harfiah bermakna “memiliki kepala seperti kendi”. Nama ini terdiri dari dua kata, yaitu gha?(tt)am yang berarti “buli-buli” atau “kendi”, dan utkacha yang berarti “kepala”. Nama ini diberikan kepadanya karena sewaktu lahir kepalanya konon mirip dengan buli-buli atau kendi.
Kelahiran
Kisah kelahiran Gatotkca dikisahkan secara tersendiri dalam pewayangan Jawa. Namanya sewaktu masih bayi adalah Jabang Tetuka. Sampai usia satu tahun tali pusarnya belum bisa dipotong walau menggunakan senjata apa pun. Arjuna (adik Bimasena) pergi bertapa untuk mendapatkan petunjuk dewa demi menolong nasib keponakannya itu. Namun pada saat yang sama Karna, panglima Kerajaan Hastina juga sedang bertapa mencari senjata pusaka.
Karena wajah keduanya mirip, Batara Narada selaku utusan kahyangan memberikan senjata Kontawijaya kepada Karna, bukan kepada Arjuna. Setelah menyadari kesalahannya, Narada pun menemui Arjuna yang sebenarnya. Arjuna lalu mengejar Karna untuk merebut senjata Konta.
Pertarungan pun terjadi. Karna berhasil meloloskan diri membawa senjata Konta, sedangkan Arjuna hanya berhasil merebut sarung pembungkus pusaka tersebut. Namun sarung pusaka Konta terbuat dari Kayu Mastaba yang ternyata bisa digunakan untuk memotong tali pusar Tetuka.
Akan tetapi keajaiban terjadi. Kayu Mastaba musnah dan bersatu dalam perut Tetuka. Kresna yang ikut serta menyaksikannya berpendapat bahwa pengaruh kayu Mastaba akan menambah kekuatan bayi Tetuka. Namun ia juga meramalkan bahwa kelak Tetuka akan tewas di tangan pemilik senjata Konta.
Menjadi Jago Dewa
Versi pewayangan Jawa melanjutkan, Tetuka kemudian dipinjam Narada untuk dibawa ke kahyangan yang saat itu sedang diserang musuh bernama Patih Sekipu dari Kerajaan Trabelasuket. Ia diutus rajanya yang bernama Kalapracona untuk melamar bidadari bernama Batari Supraba. Bayi Tetuka dihadapkan sebagai lawan Sekipu. Anehnya, semakin dihajar bukannya mati, Tetuka justru semakin kuat.
Karena malu, Sekipu mengembalikan Tetuka kepada Narada untuk dibesarkan saat itu juga. Narada kemudian menceburkan tubuh Tetuka ke dalam kawah Candradimuka, di Gunung Jamurdipa. Para dewa kemudian melemparkan berbagai jenis senjata pusaka ke dalam kawah. Beberapa saat kemudian, Tetuka muncul ke permukaan sebagai seorang laki-laki dewasa. Segala jenis pusaka para dewa telah melebur dan bersatu ke dalam dirinya.
Tetuka kemudian bertarung melawan Sekipu dan berhasil membunuhnya menggunakan gigitan taringnya. Kresna dan para Pandawa saat itu datang menyusul ke kahyangan. Kresna kemudian memotong taring Tetuka dan menyuruhnya berhenti menggunakan sifat-sifat kaum raksasa.
Batara Guru raja kahyangan menghadiahkan seperangkat pakaian pusaka, yaitu Caping Basunanda, Kotang Antrakusuma, dan Terompah Padakacarma untuk dipakai Tetuka, yang sejak saat itu diganti namanya menjadi Gatotkaca. Dengan mengenakan pakaian pusaka tersebut, Gatotkaca mampu terbang secepat kilat menuju Kerajaan Trabelasuket dan membunuh Kalapracona.
Perkawinan
gathot-katjha-by-m2mdigitalstudioDalam versi Mahabharata, Gatotkaca menikah dengan seorang wanita bernama Ahilawati. Dari perkawinan ini lahir seorang putra bernmama Barbarika. Baik Gatotkaca ataupun Barbarika sama-sama gugur dalam perang besar di Kurukshetra, namun di pihak yang berbeda.
Dalam versi pewayangan Jawa, Gatotkaca menikah dengan sepupunya, yaitu Pregiwa putri Arjuna. Ia berhasil menikahi Pregiwa setelah melalui perjuangan berat, yaitu menyingkirkan saingannya, bernama Laksmana Mandrakumara putra Duryudana dari keluarga Korawa.
Dari perkawinan Gatotkaca dengan Pregiwa lahir seorang putra bernama Sasikirana. Ia menjadi panglima perang Kerajaan Hastina pada masa pemerintahan Parikesit, putra Abimanyu atau cucu Arjuna.
Versi lain mengisahkan, Gatotkaca memiliki dua orang istri lagi selain Pregiwa, yaitu Suryawati dan Sumpaniwati. Dari keduanya masing-masing lahir Suryakaca dan Jayasumpena.
Menjadi Raja Pringgadani
Gatotkaca versi Jawa adalah manusia setengah raksasa, namun bukan raksasa hutan. Ibunya adalah Arimbi putri Prabu Tremboko dari Kerajaan Pringgadani. Tremboko tewas di tangan Pandu ayah para Pandawa akibat adu domba yang dilancarkan Sangkuni. Ia kemudian digantikan oleh anak sulungnya yang bernama Arimba.
Arimba sendiri akhirnya tewas di tangan Bimasena pada saat para Pandawa membangun Kerajaan Amarta. Takhta Pringgadani kemudian dipegang oleh Arimbi yang telah diperistri Bima. Rencananya takhta kelak akan diserahkan kepada putra mereka setelah dewasa.
Arimbi memiliki lima orang adik bernama Brajadenta, Brajamusti, Brajalamadan, Brajawikalpa, dan Kalabendana. Brajadenta diangkat sebagai patih dan diberi tempat tinggal di Kasatrian Glagahtinunu. Sangkuni dari Kerajaan Hastina datang menghasut Brajadenta bahwa takhta Pringgadani seharusnya menjadi miliknya bukan milik Gatotkaca.
Akibat hasutan tersebut, Brajadenta pun memberontak hendak merebut takhta dari tangan Gatotkaca yang baru saja dilantik sebagai raja. Brajamusti yang memihak Gatotkaca bertarung menghadapi kakaknya itu. Kedua raksasa kembar tersebut pun tewas bersama. Roh keduanya kemudian menyusup masing-masing ke dalam telapak tangan Gatotkaca kiri dan kanan, sehingga manambah kesaktian keponakan mereka tersebut.
Setelah peristiwa itu Gatotkaca mengangkat Brajalamadan sebagai patih baru, bergelar Patih Prabakiswa.
Kematian Versi Mahabharata
Kematian Gatotkaca terdapat dalam buku ketujuh Mahabharata yang berjudul Dronaparwa, pada bagian Ghattotkacabadhaparwa. Ia dikisahkan gugur dalam perang di Kurukshetra atau Baratayuda pada malam hari ke-14. Perang besar tersebut adalah perang saudara antara keluarga Pandawa melawan Korawa, di mana Gatotkaca tentu saja berada di pihak Pandawa.
Versi Mahabharata mengisahkan, Gatotkaca sebagai seorang raksasa memiliki kekuatan luar biasa terutama pada malam hari. Setelah kematian Jayadrata di tangan Arjuna, pertempuran seharusnya dihentikan untuk sementara karena senja telah tiba. Namun Gatotkaca menghadang pasukan Korawa kembali ke perkemahan mereka.
Pertempuran pun berlanjut. Semakin malam kesaktian Gatotkaca semakin meningkat. Prajurit Korawa semakin berkurang jumlahnya karena banyak yang mati di tangannya. Seorang sekutu Korawa dari bangsa rakshasa bernama Alambusa maju menghadapinya. Gatotkaca menghajarnya dengan kejam karena Alambusa telah membunuh sepupunya, yaitu Irawan putra Arjuna pada pertempuran hari kedelapan. Tubuh Alambusa ditangkap dan dibawa terbang tinggi, kemudian dibanting ke tanah sampai hancur berantakan.
Duryodana pemimpin Korawa merasa ngeri melihat keganasan Gatotkaca. Ia memaksa Karna menggunakan senjata pusaka pemberian Dewa Indra yang bernama Shakti untuk membunuh rakshasa itu. Semula Karna menolak karena pusaka tersebut hanya bisa digunakan sekali saja dan akan dipergunakannya untuk membunuh Arjuna. Namun karena terus didesak, Karna terpaksa melemparkan pusakanya menembus dada Gatotkaca.
Menyadari ajalnya sudah dekat, Gatotkaca masih sempat berpikir bagaimana caranya untuk membunuh prajurit Kurawa dalam jumlah besar. Maka Gatotkaca pun memperbesar ukuran tubuhnya sampai ukuran maksimal dan kemudian roboh menimpa ribuan prajurit Korawa. Pandawa sangat terpukul dengan gugurnya Gatotkaca.
Dalam barisan Pandawa hanya Kresna yang tersenyum melihat kematian Gatotkaca. Ia gembira karena Karna telah kehilangan pusaka andalannya sehingga nyawa Arjuna dapat dikatakan relatif aman.
Kematian Versi Jawa
Ghatotkacha-AbhimanyuPerang di Kurukshetra dalam pewayangan Jawa biasa disebut dengan nama Baratayuda. Kisahnya diadaptasi dan dikembangkan dari naskah Kakawin Bharatayuddha yang ditulis tahun 1157 pada zaman Kerajaan Kadiri.
Versi pewayangan mengisahkan, Gatotkaca sangat akrab dengan sepupunya yang bernama Abimanyu putra Arjuna. Suatu hari Abimanyu menikah dengan Utari putri Kerajaan Wirata, di mana ia mengaku masih perjaka. Padahal saat itu Abimanyu telah menikah dengan Sitisundari putri Kresna.
Sitisundari yang dititipkan di istana Gatotkaca mendengar suaminya telah menikah lagi. Paman Gatotkaca yang bernama Kalabendana datang menemui Abimanyu untuk mengajaknya pulang. Kalabendana adalah adik bungsu Arimbi yang berwujud raksasa bulat kerdil tapi berhati polos dan mulia. Hal itu membuat Utari merasa cemburu. Abimanyu terpaksa bersumpah jika benar dirinya telah beristri selain Utari, maka kelak ia akan mati dikeroyok musuh.
Kalabendana kemudian menemui Gatotkaca untuk melaporkan sikap Abimanyu. Namun Gatotkaca justru memarahi Kalabendana yang dianggapnya lancang mencampuri urusan rumah tangga sepupunya itu. Karena terlalu emosi, Gatotkaca sampai memukul kepala Kalabendana. Mekipun perbuatan tersebut dilakukan tanpa sengaja, namun pamannya itu tewas seketika.
Ketika perang Baratayuda meletus, Abimanyu benar-benar tewas dikeroyok para Korawa pada hari ke-13. Esoknya pada hari ke-14 Arjuna berhasil membalas kematian putranya itu dengan cara memenggal kepala Jayadrata.
Duryudana sangat sedih atas kematian Jayadrata, adik iparnya tersebut. Ia memaksa Karna menyerang perkemahan Pandawa malam itu juga. Karna pun terpaksa berangkat meskipun hal itu melanggar peraturan perang.
Mendengar para Korawa melancarkan serangan malam, pihak Pandawa pun mengirim Gatotkaca untuk menghadang. Gatotkaca sengaja dipilih kaarena Kotang Antrakusuma yang ia pakai mampu memancarkan cahaya terang benderang.
Pertempuran malam itu berlangsung mengerikan. Gatotkaca berhasil menewaskan sekutu Korawa yang bernama Lembusa. Namun ia sendiri kehilangan kedua pamannya, yaitu Brajalamadan dan Brajawikalpa yang tewas bersama musuh-musuh mereka, bernama Lembusura dan Lembusana.
Gatotkaca akhirnya berhadapan dengan Karna, pemilik senjata Kontawijaya. Ia pun menciptakan kembaran dirinya sebanyak seribu orang sehingga membuat Karna merasa kebingungan. Atas petunjuk ayahnya, yaitu Batara Surya, Karna berhasil menemukan Gatotkaca yang asli. Ia pun melepaskan senjata Konta ke arah Gatotkaca.
Gatotkaca mencoba menghindar dengan cara terbang setinggi-tingginya. Namun arwah Kalabendana tiba-tiba muncul menangkap Kontawijaya sambil menyampaikan berita dari kahyangan bahwa ajal Gatotkaca telah ditetapkan malam itu.
Gatotkaca pasrah terhadap keputusan dewata. Namun ia berpesan supaya mayatnya masih bisa digunakan untuk membunuh musuh. Kalabendana setuju. Ia kemudian menusuk pusar Gatotkaca menggunakan senjata Konta. Pusaka itu pun musnah bersatu dengan sarungnya, yaitu kayu Mastaba yang masih tersimpan di dalam perut Gatotkaca.
Gatotkaca telah tewas seketika. Arwah Kalabendana kemudian melemparkan mayatnya ke arah Karna. Karna berhasil melompat sehingga lolos dari maut. Namun keretanya hancur berkeping-keping tertimpa tubuh Gatotkaca yang meluncur kencang dari angkasa. Akibatnya, pecahan kereta tersebut melesat ke segala arah dan menewaskan para prajurit Korawa yang berada di sekitarnya. Tidak terhitung banyaknya berapa jumlah mereka yang mati.
Sumber: Wikipedia.
8 November 2009 oleh
Putra Lokajaya

Sabtu, 20 April 2013

GLOBALISASI vs PERDUKUNAN


PERDUKUNAN vs GLOBALISASI

Perdukunan merupakan kepura-puraan keterampilan non medis atau orang yang berpura-pura sebagai seorang ahli profesional, memiliki pengetahuan atau kualifikasi pada beberapa bidang keahlian, padahal dia tidak memiliki dan merupakan Seorang penipu. Perdukunan juga merupakan penghinaan yang digunakan untuk menggambarkan praktik non medis ujungnya penipuan
Orang yang melakukan perdukunan biasanya tidak sendiri, mereka biasanya terdiri dari beberapa orang merupakan satu tim yang modus operasinya adalah penipuan. Untuk mencari mangsa ada orang-orang yang bertindak sebagai orang yang mempromosikan bidang keahlian si dukun itu, padahal promosinya omong kosong dan penipu. Jika ada mangsa yang sudah masuk perangkap maka mulai diadakan perjanjian untuk pergi ke rumah sang Dukun. Dengan trik perdukunan si Mbah Dukun bisa menebak isi hati dan kemauan pasien, inilah salah satu penipuan yang bisa menjatuhkan martabat Dukun yang asli.
Pada mulanya Dukun adalah orang-orang penolong tanpa pamrih. Dengan adanya Penipu yang menyamar sebagai Dukun ini maka dikenalah istilah Perdukunan yang nilainya negatif di masyarakat luas yaitu diasosiakan sebagai Seorang penipu.
Untuk menipu mangsanya biasanya menawarkan azimat maupun benda-benda bertuah yang harganya mahal, padahal ini merupakan tata cara penipuan yang halus jalannya. Ada juga penipu yang menyamar sebagai orang yang taat beragama dan dengan TIM-nya itu sebenarnya merupakan Penipu-penipu yang menyamar sebagai orang-orang taat beragama, ini juga sebenarnya Perdukunan yang berada pada jalur agama. Cara menipunya dengan minyak wangi yang harganya jutaan rupiah dan bahkan ada yang sampai ada minyak wangi yang harganya sampai diatas sepuluh juta rupiah padahal isinya cuman sedikit dengan botol khusus ukurannya kecil.
Perdukunan juga merupakan suatu keahlian yang dimiliki beberapa ahli, diantaranya digunakan untuk menyembuhkan penyakit, dan menolong seseorang dari suatu kesusahan dengan memberikan air doa, jampi- jampi, mantra - mantra, doa - doa, dan lain sebagainya.
Dunia perdukunan ini mungkin tidak mungkin pasti, selalu berkaitan dengan dunia gaib dan hal – hal yang magis serta sangat erat hubungannya dengan para leluhurnya di masa lalu atau lebih jelasnya menganut aliran animisme dan dinamisme.

Sedangkan globalisasi sendiri bermakna universal atau luas. Globalisasi adalah di mana jaman atau era berkembangnya siklus manusia, dari masa dimana manusia belum mengenal teknologi, perkembangan antara negara satu dengan negara yang lain, baik dunia transaksi baik jual maupun beli antara satu dengan yang lainnya. Globalisasi adalah masa dimana memasuki masa manusia modern yang saling berkaitan dan saling bergantung antara manusia satu dengan banyak manusia lainnya di seluruh dunia guna untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mempengaruhi kehidupan satu dan lainnya, baik melalui perdagangan, investasi, dan lainnya sebagainya hubungn tersebut dapat tercipta.
Keterkaitan globalisasi dengan perdukunan sendiri adalah dimana perdukunan masih bergerak dengan pedomannya menggunakan hal- hal klenik yang tidak bisa dirubah hingga saat ini, sedangkan saat ini pun sudah memasuki era globalisasi dimana era manusia mulai berpikir menggunakan logikanya secara logis dan perkembangan  teknologinya yang semakin hari semakin pesat dan canggih. Sehingga membuat perdukunan itu sendiri pun lama kelamaan memudar sedikit demi sedikit tidak terkecuali untuk beberapa orang dan wilayah tertentu yang masih saja terus mempercayai dan melaksanakannya setiap hari karena hal itu memang sudah menjadi tradisi di beberapa wilayah untuk menghormati leluhurnya sehingga tidak mungkin hilang begitu saja.

Globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronik.
Khususnya, globalisasi terbentuk oleh adanya kemajuan di bidang komunikasi 
dunia.
Ada pula yang mendefinisikan globalisasi sebagai hilangnya batas 
ruang dan waktu akibat kemajuan teknologi informasi. Globalisasi terjadi karena faktor-faktor nilai budaya luar, seperti:
a
. selalu meningkatkan pengetahuan;             f. etos kerja;
b. patuh hukum;                                              g. kemampuan memprediksi;
c. kemandirian;                                                h. efisiensi dan produktivitas;
d. keterbukaan;                                               i. keberanian bersaing; dan
e. rasionalisasi;                                                j. manajemen resiko.

Globalisasi terjadi melalui berbagai saluran, di antaranya:
a. lembaga 
pendidikan dan ilmu pengetahuan;
b. lembaga keagamaan;
c. indutri internasional dan lembaga perdagangan;
d. wisata mancanegara;
e. saluran komunikasi dan telekomunikasi internasional;
f. lembaga internasional yang mengatur peraturan internasional; dan
g. lembaga kenegaraan seperti hubungan diplomatik dan konsuler.

Globalisasi berpengaruh pada hampir semua aspek 
kehidupan masyarakat. Ada masyarakat yang dapat menerima adanya globalisasi, seperti generasi muda, penduduk dengan status sosial yang tinggi, dan masyarakat kota. Namun, ada pula masyarakat yang sulit menerima atau bahkan menolak globalisasi seperti masyarakat di daerah terpencil, generasi tua yang kehidupannya stagnan, dan masyarakat yang belum siap baik fisik maupun mental.