Minggu, 03 November 2013

takdir dan kehidupan

Tentang Takdir dan Kehidupan
Pada saat masalahmu menghampirimu, janganlah berkecil hati
 Itu adalah pasangan hidupmumu,
Itu adalah takdirmu,
Sesuatu yang sudah dipersiapkan untukmu, bahkan sebelum kau
dilahirkan,
Itu adalah pelengkap hidupmu,
Itu adalah grumu, maka cintailah dia.
Penilaian Tuhan tidak dimulai saat kau menerimanya
karena semua orang akan menerimanya , tanpa terkecuali
selayaknya seperti orang – orang sebelummu
Jangan pernah berusaha menolak kesalahanmu
terimalah itu sebagai bekalmu, untuk perjalanan panjangmu
justru kesalahanmu dimulai ketika kau menolak menerima kesalahanmu
sedangkan kau menyadarinya
Lapangkanlah dadamu, sehingga luas, tempat ilmu yang berguna
penilaian Tuhan dimulai saat kau memperbaikinya.




Ariel – Uki – Lukman – Reza –David

cinta ini cinta kita

Cinta Ini Cinta Kita
·         Pertemuan ini akan menjadi perpisahan kita
dimalam ini akan ku berikan cintaku untukmu
ü  Kerinduan ini takkan mungkin terobati
sebelum dirimu kembali menemui aku
·         Perpisahan ini hanyalah sementara
takkan lama aku pergi takkan lama aku meninggalkanmu
ü  Disini ku berharap kau takkan pernah melupakan
karena ku kan selalu menunggu menantimu kembali
·         Ku berjanji sayang ku kan selalu menjaga
cinta ini cinta kita takkan ku biarkan musnah
ü  Tetes air mata ini seakan tak merelakan
kepergian mu oh sayang meski hanya sementara..

Cinta ini tulus dari dalam isi hatiku
karena raga ini tak mungkin bisa jauh darimu
…

Sabtu, 02 November 2013

perjalanan didunia musik

PERJALANAN DiDUNIA MUSIK
Yang terucap akan lenyap, yang tercatat akan teringat. itulah kata – kata yang menginspirasi untuk menulis pengalaman saya dalam dunia music. Kala itu tahun 2006 saya masih duduk dikelas tiga SMP, Awal pertama saya tertarik pada dunia music adalah ketika saya melihat kakak saya bermain music khususnya gitar, sebelumnya saya hanya mendengarkan music saja, namun setelah melihat kakak saya suka memainkan gitar saya jadi ingin seperti dia yang bisa bermain gitar sambil membayangkan kalau seandainya saya bisa bermain gitar dan memainkannya sambil bernyanyi untuk seorang wanita yang didamba tentu saja akan membuat sang wanita tersebut terhibur. Kemudian langsung saja saya meminta kepada kakak saya untuk mengajarkan bagaimana caranya bermain gitar, setelah satu sampai dua minggu saya belajar gitar alhasil sedikit demi sedikit saya mengerti bagaimana cara memainkannya, tentu saja belajar gitar bukan hal yang mudah. Walaupun belum sepenuhnya bisa atau tahu dimana letak chord yang lainnya, saya mencoba menunjukkan kepada teman- teman saya disekolah dengan bermain gitar dan kamipun bernyanyi bersama walaupun suara gitar dan vocal saling bertabrakan.setelah beberapa bulan saya pun mulai lancar bermain gitar dari kunci dasar sampai kunci tegak  sudah saya kuasai. Karena disekolah saya sering bermain gitar, kemudian ada teman saya ( bukan teman satu kelas ) namanya Doni, dia mengajak saya terjun ke studio music untuk bermain band. Dari situ saya mulai mendalami dunia music. teman – teman lainnya adalah semua teman Doni yaitu Wahyu, dan DJarwoko. Kami bermain band distudio berempat, Doni pada drum, Djarwoko pada bass, saya pada gitar dan Wahyu pada vocal. Setelah beberapa lama kami bermain music tidak terasa Ujian Nasional SMP sudah mulai dekat saya pun memutuskan untuk istirahat bermain band karena akan menghadapi ujian nasional. Setelah ujian nasional selesai ada acara perpisahan disekolah, acara perpisahan itu di isi dengan acara band kamipun mencoba memberanikan diri untuk naik keatas panggung dalam acara perpisahan ini. “ masa kita sering ngeband tapi belum pernah naik panggung “ Ujar Wahyu sebelum naik keatas panggung. Tentu saja ini adalah pengalaman pertama kali saya manggung bersama “ Mirror “ ( nama band ).
Setelah acara perpisahan selesai saya pun membicarakan dimana kita semua akan melanjutkan sekolah, Djarwoko ( bass ) memutuskan untuk sekolah di jawa ( semarang ), Doni tidak melanjutkan sekolah dan pergi ke Palembang untuk ikut bekerja dengan pamannya, saya dengan wahyu masih melanjutkan untuk sekolah dan kami berdua pun masih satu sekolah namun beda kelas. Saya dan wahyu kembali melanjutkan perjalanan “ Mirror “ dengan memperoleh personil yaitu Budi ( drum ) dan Roy ( bass ) kamipun sering latihan band dan kalau ada acara pensi atau festival kamipun selalu unjuk gigi. Setelah sekian lama ngeband dan ikut festival atau pensi, wahyu ( vocal ) memutuskan untuk hengkang dari Mirror, saya pun terima dengan keputusannya tersebut. Mirror pun kembali mencari pengganti wahyu yang telah hengkang dan mendapatkan Indra ( vocal ) kemudian mirror juga menambahkan satu personil lagi adalah Ari ( gitar 2 ). Setelah sekian banyak terjadi perubahan pada personil, Mirror pun mengganti namanya menjadi Snazzy dan meluncurkan satu single lagu yang berjudul “ Tak Sempurna “. Berikut sepenggal liriknya :
Ku akui ku tak sempurna
dimatamu diriku tak pernah ada baiknya..
lagu ini pun selalu kami bawakan kalau ada acara pensi dan festival bahkan pernah saya nyanyikan didepan kelas pada mata pelajaran seni budaya, hampir sebagian teman satu kelas ( khususnya para wanita/ cewek – cewek )  hampir hafal karena kesederhanaan lagu dan liriknya tersebut. Setelah Mirror yang kemudian berganti nama menjadi Snazzy mengeluarkan single pertamanya, Wahyu mantan personil band saya dulu hadir dengan band barunya yaitu Oxigenz. Kami pun pernah satu panggung dalam acara festival music . Oxigenz yang dengan single pertamanya berjudul “ malaikat kecil “ mampu memasuki 10 besar ( juara 7 ) setelah  Snazzy masuk 5 besar ( juara 5 ).
Setelah beberapa lama kemudian Snazzy kembali mengeluarkan single – single lagu selanjutnya antara lain :
- Pengorbanan cinta,
- Tetap sama dan
- Tak ada lagi .
“ Tak ada lagi cintamu untuk diriku
kau lupakan aku untuk mencintainya.. “
Demikian diatas adalah sepenggal lirik lagu berjudul “ tak ada lagi “ yang menceritakan tentang kisah cinta Ari ( gitar 2 ) yang di tinggalkan sang kekasih tersayang tanpa dia tahu apa sebabnya.
Hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun terlewati sudah, kami pun ( Snazzy ) sudah beranjak ke tingkat atau kelas 3 SMA. Akhirnya Ari, Roy dan Indra memutuskan untuk hengkang dari Snazzy karena alasan tertentu. sementara Oxigenz ( band dari wahyu manta personil Mirror ) masih tetap lanjut. Saya pun tetap harus melanjutkan band ini agar tetap hidup dan kembali mencoba berkarir dan mencari sebuah pengalaman di dunia music. beberapa bulan kemudian Snazzy mendapatkan personil baru yang terdiri dari Ryan ( vocal ) Uno ( guitar ) dan Donyang ( bass ). Saya dan Budi ( drum ) bersyukur Snazzy kembali hidup dan memulai semuanya dengan hal-hal yang baru, nama Snazzy pun diganti dengan “ Gallery “ . setelah kembalinya Snazzy dengan nama baru Gallery, mulailah Gallery bermusik dan mengikuti acara festival di berbagai tempat dengan membawakan lagu baru single pertama dari Gallery yang berjudul “ Indah Bersamamu “ . Single – single berikutnya terdiri dari :
- cinta ini cinta kita
- puisi untukmu
- ikrar
- tali cinta
kelima lagu tersebut adalah satu cerita dimana diceritakan cinta seorang lelaki kepada kekasihnya sangatlah dalam sampai akhir hayat nanti .
Waktu terasa cepat kami semua pun sudah lulus sekolah SMA, namun band ini ( Gallery ) masih tetap ada  walaupun personil dari band ini sudah berpencar jauh karena urusan kuliah maka diputuskan untuk vakum. Saya pun membentuk band baru bernama free night  yang terdiri dari saya ( gitas 1 ), teguh ( drum ), arief ( vocal ), eko ( bass ), adi ( gitar 2 ) dan abas ( keyboard ) dan mengeluarkan single pertama berjudul “ terbaik untukmu “ lagu ini menceritakan seorang lelaki yang merasa bukan yang terbaik untuk pasangannya itu kemudian si lelaki memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungannya tersebut karena menurutnya ada yang jauh lebih baik lagi darinya .
berikut sepenggal liriknya :
“ Aku hanya ingin dirimu bahagia selamanya..
lebih dari saat bersamaku..
dan pasti ada cinta yang lain yang kan temanimu..
temani hari harimu.. “


  

Jumat, 11 Oktober 2013

AGUS WIDODO 10211388 3EA26

1.      MODEL PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Model adalah percontohan yang mengandung unsure yang bersifat
penyederhanaan untuk dapat ditiru ( jika perlu ). Pengambilan keputusan itu sendiri
merupakan suatu proses beruntun yang memerlukan penggunaan model secara tepat.  

Pentingnya model proses dalam pengambilan keputusan, antara lain :
·         Memberikan pengelolaan terhadap pengambilan keputusan.
·         Untuk memperjelas ( secara eksplisit ) mengenai hubungan signufikan di antara unsure – unsure tersebut.
·         Merumuskan hipotesis mengenai hakikat hubungan – hubungan antar variable, biasanya di nyatakan dalam matematika.
·         Untuk mengetahui apakah hubungan yang bersifat tunggal dari unsure – unsure tersebut ada relevansinya terhadap masalah yang akan di selesaikan.
Menurut Herbert A. Simon, Proses pengambilan keputusan pada hakekatnya terdiri atas tiga langkah utama, yaitu :
1.       Kegiatan Intelijen : Menyangkut pencarian berbagai kondisi lingkungan yang diperlukan bagi keputusan.
2.       Kegiatan Desain : Menyangkut pembuatan pengembangan dan penganalisaan berbagai rangkaian kegiatan yang mungkin dilakukan.
3.       Kegiatan Pemilihan : Pemilihan serangkaian kegiatan tertentu dari alternatif yang tersedia.
Sedangkan menurut Scott dan Mitchell, proses pengambilan keputusan meliputi :
Proses pencarian/penemuan tujuan, Formulasi tujuan, Pemilihan Alternatif, serta mengevaluasi hasil.
2.      TIPE – TIPE PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
·         Keputusan terprogram atau keputusan terstruktur yaitu keputusan yang berulang – ulang dan rutin sehingga dapat di program. Keputusan terprogram atau terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pada manajemen tingkat bawah.
·         Keputusan setengah terprogram atau setengah terstruktur adalah keputusan yang sebagian dapat di program, sebagian berulang – ulang dan rutin dan sebagian tidak terstruktur. Keputusan ini bersifat rumit  dan membutuhkan perhitungan – perhitungan serta analisis – analisis  yang terperinci.
·         Keputusan tidak terprogram atau tidak terstruktur adalah keputusan yang tidak terjadi berulang – ulang  dan tidak selalu terjadi.  Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstrusktur, tidak mudah untuk di dapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar.
3.      FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMECAHAN MASALAH
Pemecahan masalah dipengaruhi oleh faktor – faktor situasional dan personal.  Faktor-faktor situasional terjadi, misalnya pada stimulus yang menimbulkan masalah pada sifat-sifat masalah (sulit-mudah, baru-lama, penting-kurang penting, melibatkan sedikit atau banyak masalah lain). Kita tidak mengulas faktor-faktor situasional secara terperinci.
Beberapa penelitian telah membuktikan pengaruh faktor-faktor biologis dan sosiopsikologis terhadap proses pemecahan masalah.
Manusia yang kurang tidur mengalami penurunan kemampuan berpikir, begitu pula bila ia terlalu lelah. Ini faktor biologis. Sama pentingnya juga adalah faktor-faktor sosiopsikologis.
4.      PEMBELIAN
Dengan melakukan pembelian produk mie instan sebagaimana di ketahui adalah salah satu produk makanan cepat saji yang semakin lama semakin banyak di gemari masyarakat karena kemudahan dalam hal penyajiannya. demikian juga bagi kalangan mahasiswa yang sebagian besar berdomisili jauh dari orang tua, produk ini merupakan makanan cepat saji yang biasa di konsumsi karena harganya yang terjangkau, mudah didapatkan dan sifatnya yang tahan lama.
Dengan semakin banyaknya mie instan yang ada di pasaran berarti memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk memilih merek yang sesuai dengan keinginannya. Oleh karena itu perlu bagi perusahaan untuk menganalisis perilaku konsumen mie instan untuk mengetahui pola pembeliannya. Dengan banyaknya merek mie instan yang ada di pasarasan akan mendorong perusahaan bersaing mendapatkan calon konsumen melalui berbagai strategi yang tepat, misalnya mengubah kemasan, wana, aroma, promosi dan harga. Lebih jauh lagi produsen dalam mendistribusikan produknya kepasar konsumen berusaha agar produknya dapat diterima sesuai dengan apa yang  diinginkan konsumen.
5.      DIAGNOSA PERILAKU KONSUMEN
Persaingan dalam dunia bisnis dimasa sekarang baik pasar dalam negeri ( domestic ) maupun di pasar luar negeri. Apalagi Negara Indonesia yang telah melakukan Asean Free Trade Area ( AFTA ) pada tahun 2012. Hal ini berarti pelaku bisnis yang ada di dalam negeri selain mereka harus bersaing dengan pelaku bisnis local mereka juga bersaing dengan pelaku bisnis luar negeri karena mereka telah di bebaskan bea masuk produk yang meraka tawarkan dipasar dalam negeri. Untuk mengenakan persaingan, perusahaan harus mampu memberikan kepada para pelanggannya, misalnya memberikaan kepada para pelanggannya produk yang bermutu lebih baik, harganya baik, pelayanannya lebih baik dari para pesaingnya.
Tidak sedikit orang yang bingung memilih bank yang tepat, maraknya iklan perbankan yang juga mensponsori beberapa acara televise membuat masyarakat awam bingung menabung di bank mana. Banyak masyarakat terjebak pada bunga menggiurkan, fasilitas phone banking ( layanan informasi perbankan melalui telepon genggam ), kerja sama dengan beberapa bank lain, layanan satu atap serta layanan lain yang di iming-imingi iklan, televise dan media cetak. Setelah terpikat oleh janji-janji tersebut akhirnya mereka harus menyesal menjadi nasabah tersebut.
Deregulasi financial di Indonesia di mulai dengan di keluarkannya paket juni 1983. Kebijakan ini merupakan kebijakan awal yang member kebebasan kepada dunia perbankan. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk mendorong dan meningkatkan efisiensi dan profesionalisme melalui terciptanya mekanisme pasar yang sehar dibidang manajemen dana bank. Dalam kondisi yang demikian bank tidak boleh hanya duduk menunggu datangnya nasabah, bank dituntut untuk bersifat lebih agresif dan bekerja lebih professional, sehingga mampu untuk menjabarkan situasi yang sedang di hadapi dan mampu melihat kedepan sehingga nasabah akan merasa bahwa bank merupakan penasehatnya yang lebih terpercaya. Hal ini harus didukung dengan penigkatan pelayanan terhadap nasabah.
Persaingan perbankan nasional menjadi semakin ketat. Persaingan bank bukan hanya sesama bank, baik bank nasional maupun bank asing, tetapi juga dengan lembaga keuangan bukan bank. Seperti modal ventura, leasing dan lembaga pembiayaan lainnya. Disisi lain dengan perkembangan dan berubahnya masyarakat akan berpengaruh pada tingkah laku masyarakat ( konsumen ). Perbankan dituntut untuk dapat melakukan segmentasi pasar didasarkan pada kebutuhan konsumen ( nasabah ) dan segmentasi kejiwaan.
Berdasarkan hal – hal tersebut di atas dapat dikemukakan bahwa dengan semakin ketetnya persaingan  antara bank tersebut muncul permasalahan baru yaitu kebutuhan produsen ( perbankan ) dipasar berupa perebutan untuk mendapatkan tempat di hati konsumen yang merupakan salah satu aspek yang cukup mendasar bagi sector perbankan untuk dapat tetap survive .
Oleh karena itu, kepuasan konsumen merupakan masalah penting yang harus di perhatikan oleh perusahaan termasuk bank. Perilaku konsumen mencerminkan mengapa seseorang konsumen membeli suatu produk dan bagaimana konsumen itu memilih dan membeli suatu produk. Konsumen akan membeli suatu produk untuk memenuhi kebutuhan yang di harapkannya. Oleh karena itu seorang konsumen akan memilih barang yang memenuhi harapoannya.
Dengan mengkaji perilaku konsumen perusahaan dapat mengetahui tentang hasil diagnose siapa dan apa serta bagaimana kebenaran tentang pemakaian suatu produk. Dari perilaku konsumen menyenangi produk saingan dan kurang menyenangi produk yang dihasilkan suatu perusahaan. Misalnya, mengapa seorang nasabah lebih suka mendepositokan uangnya di bank mandiri atau bank btn dari pada bca atau swasta lainnya, hal tersebut dapat  diketahui dari perilaku konsumen.








PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN BAGI KONSUMEN

1.      MODEL PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Model adalah percontohan yang mengandung unsure yang bersifat
penyederhanaan untuk dapat ditiru ( jika perlu ). Pengambilan keputusan itu sendiri
merupakan suatu proses beruntun yang memerlukan penggunaan model secara tepat.  

Pentingnya model proses dalam pengambilan keputusan, antara lain :
·         Memberikan pengelolaan terhadap pengambilan keputusan.
·         Untuk memperjelas ( secara eksplisit ) mengenai hubungan signufikan di antara unsure – unsure tersebut.
·         Merumuskan hipotesis mengenai hakikat hubungan – hubungan antar variable, biasanya di nyatakan dalam matematika.
·         Untuk mengetahui apakah hubungan yang bersifat tunggal dari unsure – unsure tersebut ada relevansinya terhadap masalah yang akan di selesaikan.
Menurut Herbert A. Simon, Proses pengambilan keputusan pada hakekatnya terdiri atas tiga langkah utama, yaitu :
1.       Kegiatan Intelijen : Menyangkut pencarian berbagai kondisi lingkungan yang diperlukan bagi keputusan.
2.       Kegiatan Desain : Menyangkut pembuatan pengembangan dan penganalisaan berbagai rangkaian kegiatan yang mungkin dilakukan.
3.       Kegiatan Pemilihan : Pemilihan serangkaian kegiatan tertentu dari alternatif yang tersedia.
Sedangkan menurut Scott dan Mitchell, proses pengambilan keputusan meliputi :
Proses pencarian/penemuan tujuan, Formulasi tujuan, Pemilihan Alternatif, serta mengevaluasi hasil.
2.      TIPE – TIPE PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
·         Keputusan terprogram atau keputusan terstruktur yaitu keputusan yang berulang – ulang dan rutin sehingga dapat di program. Keputusan terprogram atau terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pada manajemen tingkat bawah.
·         Keputusan setengah terprogram atau setengah terstruktur adalah keputusan yang sebagian dapat di program, sebagian berulang – ulang dan rutin dan sebagian tidak terstruktur. Keputusan ini bersifat rumit  dan membutuhkan perhitungan – perhitungan serta analisis – analisis  yang terperinci.
·         Keputusan tidak terprogram atau tidak terstruktur adalah keputusan yang tidak terjadi berulang – ulang  dan tidak selalu terjadi.  Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstrusktur, tidak mudah untuk di dapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar.
3.      FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMECAHAN MASALAH
Pemecahan masalah dipengaruhi oleh faktor – faktor situasional dan personal.  Faktor-faktor situasional terjadi, misalnya pada stimulus yang menimbulkan masalah pada sifat-sifat masalah (sulit-mudah, baru-lama, penting-kurang penting, melibatkan sedikit atau banyak masalah lain). Kita tidak mengulas faktor-faktor situasional secara terperinci.
Beberapa penelitian telah membuktikan pengaruh faktor-faktor biologis dan sosiopsikologis terhadap proses pemecahan masalah.
Manusia yang kurang tidur mengalami penurunan kemampuan berpikir, begitu pula bila ia terlalu lelah. Ini faktor biologis. Sama pentingnya juga adalah faktor-faktor sosiopsikologis.
4.      PEMBELIAN
Dengan melakukan pembelian produk mie instan sebagaimana di ketahui adalah salah satu produk makanan cepat saji yang semakin lama semakin banyak di gemari masyarakat karena kemudahan dalam hal penyajiannya. demikian juga bagi kalangan mahasiswa yang sebagian besar berdomisili jauh dari orang tua, produk ini merupakan makanan cepat saji yang biasa di konsumsi karena harganya yang terjangkau, mudah didapatkan dan sifatnya yang tahan lama.
Dengan semakin banyaknya mie instan yang ada di pasaran berarti memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk memilih merek yang sesuai dengan keinginannya. Oleh karena itu perlu bagi perusahaan untuk menganalisis perilaku konsumen mie instan untuk mengetahui pola pembeliannya. Dengan banyaknya merek mie instan yang ada di pasarasan akan mendorong perusahaan bersaing mendapatkan calon konsumen melalui berbagai strategi yang tepat, misalnya mengubah kemasan, wana, aroma, promosi dan harga. Lebih jauh lagi produsen dalam mendistribusikan produknya kepasar konsumen berusaha agar produknya dapat diterima sesuai dengan apa yang  diinginkan konsumen.
5.      DIAGNOSA PERILAKU KONSUMEN
Persaingan dalam dunia bisnis dimasa sekarang baik pasar dalam negeri ( domestic ) maupun di pasar luar negeri. Apalagi Negara Indonesia yang telah melakukan Asean Free Trade Area ( AFTA ) pada tahun 2012. Hal ini berarti pelaku bisnis yang ada di dalam negeri selain mereka harus bersaing dengan pelaku bisnis local mereka juga bersaing dengan pelaku bisnis luar negeri karena mereka telah di bebaskan bea masuk produk yang meraka tawarkan dipasar dalam negeri. Untuk mengenakan persaingan, perusahaan harus mampu memberikan kepada para pelanggannya, misalnya memberikaan kepada para pelanggannya produk yang bermutu lebih baik, harganya baik, pelayanannya lebih baik dari para pesaingnya.
Tidak sedikit orang yang bingung memilih bank yang tepat, maraknya iklan perbankan yang juga mensponsori beberapa acara televise membuat masyarakat awam bingung menabung di bank mana. Banyak masyarakat terjebak pada bunga menggiurkan, fasilitas phone banking ( layanan informasi perbankan melalui telepon genggam ), kerja sama dengan beberapa bank lain, layanan satu atap serta layanan lain yang di iming-imingi iklan, televise dan media cetak. Setelah terpikat oleh janji-janji tersebut akhirnya mereka harus menyesal menjadi nasabah tersebut.
Deregulasi financial di Indonesia di mulai dengan di keluarkannya paket juni 1983. Kebijakan ini merupakan kebijakan awal yang member kebebasan kepada dunia perbankan. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk mendorong dan meningkatkan efisiensi dan profesionalisme melalui terciptanya mekanisme pasar yang sehar dibidang manajemen dana bank. Dalam kondisi yang demikian bank tidak boleh hanya duduk menunggu datangnya nasabah, bank dituntut untuk bersifat lebih agresif dan bekerja lebih professional, sehingga mampu untuk menjabarkan situasi yang sedang di hadapi dan mampu melihat kedepan sehingga nasabah akan merasa bahwa bank merupakan penasehatnya yang lebih terpercaya. Hal ini harus didukung dengan penigkatan pelayanan terhadap nasabah.
Persaingan perbankan nasional menjadi semakin ketat. Persaingan bank bukan hanya sesama bank, baik bank nasional maupun bank asing, tetapi juga dengan lembaga keuangan bukan bank. Seperti modal ventura, leasing dan lembaga pembiayaan lainnya. Disisi lain dengan perkembangan dan berubahnya masyarakat akan berpengaruh pada tingkah laku masyarakat ( konsumen ). Perbankan dituntut untuk dapat melakukan segmentasi pasar didasarkan pada kebutuhan konsumen ( nasabah ) dan segmentasi kejiwaan.
Berdasarkan hal – hal tersebut di atas dapat dikemukakan bahwa dengan semakin ketetnya persaingan  antara bank tersebut muncul permasalahan baru yaitu kebutuhan produsen ( perbankan ) dipasar berupa perebutan untuk mendapatkan tempat di hati konsumen yang merupakan salah satu aspek yang cukup mendasar bagi sector perbankan untuk dapat tetap survive .
Oleh karena itu, kepuasan konsumen merupakan masalah penting yang harus di perhatikan oleh perusahaan termasuk bank. Perilaku konsumen mencerminkan mengapa seseorang konsumen membeli suatu produk dan bagaimana konsumen itu memilih dan membeli suatu produk. Konsumen akan membeli suatu produk untuk memenuhi kebutuhan yang di harapkannya. Oleh karena itu seorang konsumen akan memilih barang yang memenuhi harapoannya.
Dengan mengkaji perilaku konsumen perusahaan dapat mengetahui tentang hasil diagnose siapa dan apa serta bagaimana kebenaran tentang pemakaian suatu produk. Dari perilaku konsumen menyenangi produk saingan dan kurang menyenangi produk yang dihasilkan suatu perusahaan. Misalnya, mengapa seorang nasabah lebih suka mendepositokan uangnya di bank mandiri atau bank btn dari pada bca atau swasta lainnya, hal tersebut dapat  diketahui dari perilaku konsumen.